12

December

OPTIMIS TARGET WISMAN KE BALI DI TAHUN 2013 TERCAPAI

Sampai akhir Agustus 2013 Wisman ke Bali sudah mencapai angka 2.100.000 orang, naik 11% dari tahun sebelumnya, juga lebih tinggi dari rata-rata kenaikan kedatangan wisman ke Indonesia sampai Juni 2013, sebesar 7,18%.   Kelihatan pencapaian angka sampai Agustus ini membuat kita optimis bahwa target 3.180.000 wisman ke Bali di tahun 2013 akan tercapai, target ini sama dengan target kenaikan 9,96% dari total kedatangan wisman ditahun 2012.

Urutan Negara asal wisman yang datang ke Bali, seperti tahun-tahun sebalumnya adalah ; Australia (25,65%), kedua PRC (12,66%),  Jepang (6,35%) mengambil posisi Malaysia, selanjutnya Taiwan, Korea Selatan, Singapore, Inggris, Perancis, Amerika, dll

Menurut data dari kementerian Parekraf, rata-rata lama tinggal wisman di tahun 2012 adalah 7,84 hari, dimana rata-rata tinggal wisman dari Eropa masih mendominasi , yaitu mendekati dua (2) minggu. Pengeluaran rata-rata wisman perhari di tahun 2011 adalah USD 142.69, dimana wisma dengan pengeluaran perhari diatas rata-rata adalah Sri Lanka, Arab Saudi, Hongkong, Pakistan, Banglades, Korea, Jepang, Taiwan, Singapore, dan Cina

Sebagai gambaran saja bagi teman-teman yang senang memprediksi perkembangan pariwisata di Indonesia dimasa mendatang, saya harap data ini bisa membantu, yaitu di tahun 2010 , kegiatan kepariwisataan global ; sebesar 51% terjadi di Eropa, 22% di Asia-Pasifik termasuk Indonesia, 16% di Amerika, 6% di Midle East dan 5% di Afrika. Proyeksi di tahun 2030 mendatang, prosentase perkembangan ini berubah menjadi 41% di Eropa, Asia-Pasifik 30%, Amerika 14%, Middle East 8% dan Afrika 7%.

Prediksi kedatangan wisatawan Nusantara ke Bali di tahun 2013 ini adalah 6,200,000 orang , naik sekitar 3,5% dari tahun sebelumnya. Menurut data kementerian, rata-rata lama menginap wisatawan Nusantara mendekati 3 malam dan rata-rata pengeluaran perhari perorang berkisar Rp 700.000.

PERKIRAAN KEBUTUHAN PELAYANAN DAN PRODUK WISATAWAN KE BALI

Mencermati data-data diatas, dunia kepariwisataan Indonesia masih memiliki peluang yang baik dimasa-masa mendatang, minat khusus wisatawan adalah budaya dan peninggalan, ecotourism, olah raga dan rekreasi, pelayaran, makanan dan belanja, kesehatan termasuk spa dan yang terakhir adalah wisatawan MICE.

Kebutuhan tradisional wisatawan akan pelayanan masih berkisar ingin mengecap pelayanan dan  pengalaman sebagai orang yang dihormati , dihargai dan dilayani dengan baik, khususnya menyangkut pelayanan informasi yang benar dan cepat,  pengenalan yang lebih mendalam terhadap pribadi dan budaya Negara asal mereka, dll

Kebutuhan secara phisik tentunya fasilitas yang nyaman, berbudaya lokal dengan perlengkapan yang modern, serta memberikan nuansa terbuka dan dekat dengan alam.

 

Message to webmaster